Langsung ke konten utama

Merangkai Jujur

Hari yang lelah. 
Hari yang kita bersama lewati. 
Dimana saling bertukar sapa. 
Dimana saling bertukar asa. 

Aku tak tahu apa yg ku rasa. 
Tak mau dipeluk rasa. 
Tak mau dicandu rasa. 
Hanya nikmati waktu yg berlalu bersamamu. 

Ringan pundak saat kita arungi hari. 
Tanpa beban. 
Tak perlu sungkan. 
Mengalir apa adanya. 

Momen dimana kita lewati dengan menjadi diri sendiri. 
Tiada palsu tertampil di panggung utama. 
Tiada skenario yang bertolak belakang. 
Kejujuran dan apa adanya prioritas kita. 

Saat ini lah makna hubungan yg sebenarnya. 
Tak ada topeng. 
Tak ada keinginan ingin memuaskan yang lain. 
Dimana bahagia itu yang tularkan pada yang lain.

Apakah ini abadi? 
Atau hanya semu? 
Di depan ada kabut tebal. 
Akankah mau kita sibak tirai itu?

Siapkah hadapi kenyataan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Have A Crush On You Today

Bulan sembunyi, Bintang terusik. Waktunya berganti, siklus berlari. Matahari di pagi ini menampakkan cerahnya. Angin mengiringi, senandung ceria. Tawamu indah hari ini. Menatapmu disela-sela keramaian membuat hatiku tenang. Pipimu yang memerah itu membuatku terpana. Aku terpukau pesonamu. Kau cantik hari ini. Bahkan lebih cantik dari hari yang telah lewat. Apakah setiap hari cantikmu meningkat? Mungkinkah? Aku rasa iya. Aku senang ketika mendengar suaramu dari kejauhan. Mungkin kamu tak sadar, tapi aku bisa. Suara khasmu sudah terpatri erat ditelingaku. Membuatku tersenyum sipu, memerahkan pipiku. coba matamu yang indah melirikku tadi.ha Coba kamu perhatikan aku tadi,  Maka rasa penasaranmu akan pipiku yang berubah warna akan terjawab. Karena aku tak bisa tahan untuk merasa bahagia jika melihatmu. Jilbab kuning yang kau pakai hari ini. Menguatkan aura magismu. Mengikatku. Membuatku selalu mencuri pandang terhadapmu. Darling, Sa

Jadi, Inikah?

Sudah terkuak semua. Terbuka. Kutemukan kesakitanku. Perih. Inikah patah hati? Terkubur bersama rasa. Diiringi hujan. Seakan ikut berduka. Kembali ku terdiam. Hanyut dalam duka mendalam. Tatapku sayu padamu. Tertunduk seakan tak percaya. Aku harus relakanmu pergi. Tanpa bayangku mengiringi. Aku harus relakanmu pergi. Jauh tinggalkanku sendiri. Ku tutup bab ini dengan sungkan. Ingin melanjutkan, tapi enggan. Tiada kamu dibab baru kelak. Karena cerita kita sekarang berpisah jalan.