Langsung ke konten utama

Pelukmu pada Malam

Malam semakin larut. 
Matamu masih belum mau terpejam. 
Apa yang menari dipikiranmu? 
Sehingga tak mampu merayu lelahmu bersandar. 

Dekap gulingmu yg lembut itu. 
Rebahkan tubuhmu di belaian kasurmu. 
Lepaskan pikiranmu kepada bantal yang siap menampung. 
Biar kenangan hari ini tak akan pergi kemana. 

Saat mimpi mulai memutar roll film. 
Duduklah sejenak. 
Nikmati mimpi indah yg telah kau pesan lewat doa. 
Agar lelap tidurmu semakin terasa. 

Tidurlah. 
Kudekap dirimu dalam doa. 
Kujaga dirimu dalam kehangatan. 
Tak perlu kau hiraukan yang lain. 

Tidurlah, 
lelapkan matamu. 
Matahari bersiap menyambut senyummu esok. 

Tidurlah, 
rebahkan penatmu. 
Karena esok akan menyambutmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Have A Crush On You Today

Bulan sembunyi, Bintang terusik. Waktunya berganti, siklus berlari. Matahari di pagi ini menampakkan cerahnya. Angin mengiringi, senandung ceria. Tawamu indah hari ini. Menatapmu disela-sela keramaian membuat hatiku tenang. Pipimu yang memerah itu membuatku terpana. Aku terpukau pesonamu. Kau cantik hari ini. Bahkan lebih cantik dari hari yang telah lewat. Apakah setiap hari cantikmu meningkat? Mungkinkah? Aku rasa iya. Aku senang ketika mendengar suaramu dari kejauhan. Mungkin kamu tak sadar, tapi aku bisa. Suara khasmu sudah terpatri erat ditelingaku. Membuatku tersenyum sipu, memerahkan pipiku. coba matamu yang indah melirikku tadi.ha Coba kamu perhatikan aku tadi,  Maka rasa penasaranmu akan pipiku yang berubah warna akan terjawab. Karena aku tak bisa tahan untuk merasa bahagia jika melihatmu. Jilbab kuning yang kau pakai hari ini. Menguatkan aura magismu. Mengikatku. Membuatku selalu mencuri pandang terhadapmu. Darling, Sa

Jadi, Inikah?

Sudah terkuak semua. Terbuka. Kutemukan kesakitanku. Perih. Inikah patah hati? Terkubur bersama rasa. Diiringi hujan. Seakan ikut berduka. Kembali ku terdiam. Hanyut dalam duka mendalam. Tatapku sayu padamu. Tertunduk seakan tak percaya. Aku harus relakanmu pergi. Tanpa bayangku mengiringi. Aku harus relakanmu pergi. Jauh tinggalkanku sendiri. Ku tutup bab ini dengan sungkan. Ingin melanjutkan, tapi enggan. Tiada kamu dibab baru kelak. Karena cerita kita sekarang berpisah jalan.