Langsung ke konten utama

Postingan

Rindu

Rindu. Terbelenggu dalam pusaran waktu. Menyelimuti malam, acuhkan kelam. Peluk hangat hati. Pagi datang bawa senyuman. Riuh angin pelan merajuk. Hirup udara bercampur embun rindu. Hela nafas ketika sesak mengadu. Aku merindukanmu.

Stuck in the Nyut-nyut

It's been 16.21 PM and still stuck in some codes >.<  Hal-hal yang paling aku benci jika sedang mandek gini adalah kepala ikutan mandek. Padahal dia gak gerak-gerak, tapi mandek. err salah ding, yg bener adalah kepala bagian belakang mulai rewel. nyut nyut (emang bisa bunyi?). Efek kurang tidur ya begitu. Padahal udah puas-puasin tidur 16 jam buat nabung masa tidur, masih gak berguna juga huhuhu Malam ini kemungkinan tidur cepat. Semoga gak ada panggilan dari walikota gocap untuk nolongin kucing yang mau melahirkan fufufu

Jarang Update

Sekarang agak jarang update ya. Maafkan #sungkem hehe. 

Have A Crush On You Today

Bulan sembunyi, Bintang terusik. Waktunya berganti, siklus berlari. Matahari di pagi ini menampakkan cerahnya. Angin mengiringi, senandung ceria. Tawamu indah hari ini. Menatapmu disela-sela keramaian membuat hatiku tenang. Pipimu yang memerah itu membuatku terpana. Aku terpukau pesonamu. Kau cantik hari ini. Bahkan lebih cantik dari hari yang telah lewat. Apakah setiap hari cantikmu meningkat? Mungkinkah? Aku rasa iya. Aku senang ketika mendengar suaramu dari kejauhan. Mungkin kamu tak sadar, tapi aku bisa. Suara khasmu sudah terpatri erat ditelingaku. Membuatku tersenyum sipu, memerahkan pipiku. coba matamu yang indah melirikku tadi.ha Coba kamu perhatikan aku tadi,  Maka rasa penasaranmu akan pipiku yang berubah warna akan terjawab. Karena aku tak bisa tahan untuk merasa bahagia jika melihatmu. Jilbab kuning yang kau pakai hari ini. Menguatkan aura magismu. Mengikatku. Membuatku selalu mencuri pandang terhadapmu. Darling, ...

Tiada Ingin Berjudul

Sunyi kelam terantuk senja. Dengungnya rendah penuhi ruang hampa. Bisiknya temaram senandung merana. Lingkupi kelam tak berarak bersama. Biar mati tak terasa. Diam senyapkan wacana. Kala hidup tak terencana. Hening pelan mencumbu mesra. Denting piano semarakkan dunia. Bernada muram, bertemu durja. Asaku hilang ditelan nyata. Harapanku lenyap seiring mata. Pergi jauh tinggalkan cinta. Melangkah kelur terhambat rela.

Hening Amarah

Pergi. Kali ini aku akan pergi. Diam kau disitu. Tak usah seretku kembali. Puaskah kau bermain dengan ini? Terpenuhikah hasratmu? Diam. Sekali lagi tolong diam ! Kau pikir ini lucu? Menurutmu jenaka? Lelucon terbaik saat ini. Itu yang kau pikirkan? Aku pergi. Keluar dari permainan. Meski kau tangisi aku, tak akan aku peduli. Diam kau.

Momentum

Bulan Ramadan sedang memainkan skenarionya.  Ini momentum untuk intropeksi.  Dari semua aspek kegagalan, ntah itu hubungan, sampai dari soal ibadah.  Konflik vertikal dan horizontal mesti diluruskan lagi.  Mungkin butuh waktu.  Tapi semua tetap mungkin kan?